Bukalapak Cuan Gede Rp 14,5 T Kira Kira Apa Ya Penyebabnya?

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencatatkan pertumbuhan kinerja yang ciamik sepanjang kuartal I-2022. BUKA membukukan pendapatan bersih Rp 787,91 miliar pada kuartal I-2022 atau meningkat 85,95% secara year on year (yoy) dari sebelumnya Rp 423,70 miliar.
Rinciannya, segmen bisnis mitra menjadi pendorong utama pertumbuhan tersebut dengan kenaikan pendapatan 226,84% yoy, dari Rp 144,35 miliar menjadi Rp 471,82 miliar pada kuartal I-2022.

Pendorong kedua adalah segmen bisnis marketplace yang tumbuh 9,38% yoy, dari Rp 254,66 miliar menjadi Rp 278,55 miliar. Berikutnya, segmen bisnis buka pengadaan berkontribusi sebesar Rp 37,53 miliar atau tumbuh hingga 52,05% dari kuartal 1-2021 senilai Rp 24,68 miliar.

Di saat yang sama, BUKA mengantongi laba dari nilai investasi yang belum dan sudah terealisasi sebesar Rp 15,49 triliun. Capaian tersebut meningkat dari periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 297,93 juta.

Sejalan dengan itu, beban pokok pendapatan BUKA naik menjadi Rp 509,52 miliar dari sebelumnya Rp 77,09 miliar. Beban penjualan dan pemasaran turun ke posisi Rp 328,71 miliar dari Rp 426,39 miliar. Sementara, beban umum dan administrasi membengkak menjadi Rp 1,02 triliun dari Rp 291,32 miliar per Maret 2021.

Dengan begitu, emiten teknologi ini membukukan peningkatan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk senilai Rp 14,54 triliun.

Artinya, BUKA membalik posisi rugi bersih pada kuartal-2021 dari posisi Rp 323,80 miliar menjadi laba bersih. “Terutama disebabkan oleh laba nilai investasi dari PT Allo Bank Tbk,” jelas manajemen Bukalapak dalam siaran persnya, Kamis (28/4/2022).

Seperti diketahui, Bukalapak menjadi salah satu investor strategis Allo Bank. Pada Januari lalu, Bukalapak membeli 2,49 miliar saham Allo Bank dengan harga Rp 478 atau senilai Rp 1,19 triliun dengan mengambilalih sebagian hak dari Mega Corpora sebagai pemilik 90% saham bank digital tersebut.

Mega Corpora menekan perjanjian pengalihan hak 2,49 miliar hak dalam rights issue kepada Bukalapak pada 24 Desember 2021 lalu. Setelah rights issue selesai, Bukalapak menggenggam 11,49% saham BBHI.

Adapun total aset BUKA per Maret 2022 mencapai Rp 39,92 triliun atau meningkat sekitar 50% dari posisi aset Maret tahun lalu yang sebesar Rp 26,61 triliun. Sementara, liabilitas BUKA turun dari 42,30% dari Rp 3,11 triliun menjadi Rp 1,8 triliun.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *